Negara Dengan Teknologi yang Sangat Ramah

Saat sebelum lakukan perjalanan alias berlibur, tiap orang tentu melalukan penelitian skala kecil lebih dulu seperti negara yang memiliki teknologi yang ramah.

Tujuan jadi hal khusus yang penting dipahami secara dalam. Untuk beberapa wisatawan yang mempunyai keperluan khusus. Info berapa ramah negara arah mereka pada penyandang disabilitas penting.

Beberapa negara di dunia sudah melek pada keutamaan sediakan sarana teknologi yang ramah untuk warga atau wisatawan disabilitas, agar masih dapat berlibur dengan nyaman dan nikmati keelokan yang disuguhi.

Inklusif, Ini Negara Dengan Teknologi yang Sangat Ramah Untuk Disabilitas!

Di beberapa negara, baik negara maju atau negara berkembang, disabilitas ialah suatu hal yang wajar di jumpai di beberapa susunan warga. Penyandang disabilitas manusia juga dengan semua hak asasinya.

Berdasar data World Health Organization (WHO) pada 2018, ada lebih dari 1 miliar penyandang disabilitas secara global.

Baca Juga: AI Sudah Mencampuri Kehidupan Manusia Setiap hari

Tetapi, cuman satu dari 10 penyandang disabilitas yang mendapatkan tehnologi kontribusi (assistive technology/AT) seperti alat tolong dengar, bangku roda, kaki/tangan palsu, dan sebagainya.

Dengan perubahan tehnologi dan infrastruktur yang cepat, salah satunya arah dari pemerintah dunia ialah membuat dunia yang ramah untuk beberapa penyandang disabilitas.

Oleh karenanya, beberapa negara mana di dunia yang telah sediakan infrastruktur dan teknologi yang ramah untuk penyandang disabilitas?

  1. Amerika Serikat

Semenjak 1999, Amerika Serikat (AS) membusungkan dadanya sebagai negara di dunia yang ramah pada penyandang disabilitas. Lebih satu dasawarsa lalu, Amerika Serikat menyumbang 8 miliar dolar AS ke WHO untuk meningkatkan AT.

Ibukota AS, Washington D. C., adalah kota paling ramah disabilitas di dunia. Pikirkan saja, kota ini telah membuat elevator di service transportasi biasanya untuk beberapa penyandang disabilitas dengan bangku roda.

Disamping itu, salah satunya perusahaan transportasi di Washington D. C., ScootAround, sediakan layanan sewa skuter dan bangku roda.

Kecuali Washington D.C., negara sisi Colorado ialah daerah AS yang ramah pada penyandang disabilitas. Kecuali sediakan elevator di service transportasi biasanya, Colorado sediakan service Lewat Mobility, yakni service pintu-ke-pintu untuk mengantarkan golongan disabilitas yang berbasiskan di kota Boulder sampai Denver.

  1. Italia

Kecuali dikenali sebagai “Kota Pasta”, Italia dikenal juga sebagai salah satunya kota di Uni Eropa yang ramah pada penyandang disabilitas.

Ibukota Italia, Roma, ialah kota yang paling ramah pada disabilitas. Semua model transportasi biasanya dibikin ramah disabilitas. Kota tua ini diperlengkapi dengan jalur-jalur khusus penyandang disabilitas.

Untuk pelancong disabilitas dari luar negeri, mereka bisa nikmati rekreasi bus ke beberapa tempat populer seperti Colosseum dan Vatikan. Di situ, beberapa pelancong dengan disabilitas dapat sewa skuter untuk berkeliling-keliling kota.

Bukti menarik, Roma adalah kota di benua Eropa yang mempunyai hotel ramah disabilitas paling banyak, lebih dari 700 hotel!

  1. Jerman

Pada tempat ketiga, tedapat Jerman, salah satunya negara di benua Eropa yang populer akan jalur kedokterannya. Tahun untuk tahun, Jerman lagi berusaha untuk tingkatkan keramahannya pada golongan disabilitas dari sisi service kesehatan dan tehnologi.

Pada 2013, ibukota Jerman, Berlin, mendapatkan penghargaan “2013 EU City Access Award” dari Komisi Uni Eropa atas peraturan disabilitasnya yang mendalam dan bermacam investasi untuk tehnologi ramah disabilitas.

Nyaris 100 % model angkutan umum di Berlin memiliki sifat ramah disabilitas. Ada lajur khusus disabilitas, dan peringatan di penyeberangan jalan. Banyak posisi rekreasi di Berlin dan tempat nongkrongnya juga memiliki sifat ramah disabilitas.

  1. Inggris

Ibukota Inggris, London, adalah kota di dunia yang ramah pada penyandang disabilitas. Pada Juli 2018, London ialah tuan-rumah pertemuan tingkat tinggi (KTT) disabilitas global.

Sama dengan Berlin, London lagi bekerja untuk jadikan kotanya ramah pada penyandang disabilitas. Pemerintahan Inggris merencanakan untuk mengundangkan ketentuan untuk posisi rekreasi supaya sediakan akses untuk penyandang disabilitas.

Bukti yang paling mengagetkan dari London ialah, taksi di kota itu sediakan akses untuk beberapa penyandang bangku roda. Jadi, tidak perlu repot melipat bangku roda atau mengeluarkannya kembali dari dalam bagasi.

Gagasan berkilau ini tidak terpikir oleh kota yang lain pada waktu itu. Tetapi, saat ini, sebagian besar kota di Inggris dan negara maju di dunia mempunyai armada taksi yang ramah disabilitas.

Jalanan di kota London mempunyai lajur khusus bangku roda, dan sebagian besar hotelnya mempunyai kamar khusus penyandang disabilitas.

  1. Uni Emirat Arab

Belajar pada beberapa negara maju, negara Uni Emirat Arab (UAE) pengin jadikan kotanya yang paling padat, Dubai, sebagai kota yang ramah disabilitas.

Kota Dubai sediakan model angkutan umum terintegrasi yang ramah untuk beberapa penyandang disabilitas yang akan ke lapangan terbang.

Lapangan terbang Internasional Dubai adalah lapangan terbang yang paling ramah disabilitas di dunia. Bagaimana tidak? Lapangan terbang itu sediakan lajur pengecekan dan paspor khusus untuk penyandang disabilitas. Toilet-toilet di lapangan terbang itu direncanakan ramah disabilitas.

Sama dengan beberapa negara yang lain, Dubai sediakan bermacam hotel kelas dunia yang membuat kamarnya ramah pada penyandang disabilitas. Panutan sekali ya.

  1. Singapura

Kecil-kecil cabai rawit, rupanya, Singapura ialah negara sekalian kota paling ramah disabilitas se-ASEAN dan se-Asia. Kamu yang pernah mendatanginya tentu sepakat.

Benar-benar mengasihi masyarakatnya yang memiliki disabilitas, Singapura mengaplikasikan standard aksesbilitas tanpa batasan untuk beberapa penyandang disabilitas. Dalam kata lain, tidak cuma yang duduk di bangku roda, tetapi yang tuli dan buta juga tidak diasingkan.

Beberapa hal kecil seperti plat dengan huruf Braille dan tanda petunjuk jalan di stasiun mass rapid transit (MRT) untuk golongan tuna netra. Seperti London, taksi di Singapura dapat memuat bangku roda.

Tidak cuma model angkutan umum, tempat rekreasi di Singapura seperti Singapore Zoo dan Sentosa Island ramah disabilitas.

  1. Australia

Bicara masalah keramahan pada disabilitas, ada dua kota di Australia yang disebut paling ramah pada disabilitas.

Kota pertama ialah Melbourne yang model transportasi biasanya adalah yang paling ramah disabilitas di dunia.

Kecuali trem listrik yang ceper untuk mempermudah golongan penyandang disabilitas, Melbourne sediakan service bus seperti keinginan untuk mereka yang tidak bisa sempat naik kereta. Tentunya, service bus itu ramah disabilitas.

Kota ke-2 ialah Sydney, yang seringkali diduga ibukota Australia (walau sebenarnya Canberra). Lepas dari ramainya kulineran, seni, dan tehnologi di Sydney, kota itu ramah pada penyandang disabilitas.

Model angkutan umum di Sydney, khususnya bus, memakai tehnologi khusus (kerbside kneeling technology) dan jalur-jalur bangku roda yang mempermudah penyandang disabilitas naiki bus.

Salah satunya simbol kota Sydney, Sydney Drama House, sediakan layanan interpretasi bahasa sandi untuk golongan tuna rungu.

Kesadaran negara di atas masalah kesediaan sarana untuk penyandang disabiltas jadi daya tarik tertentu. Rupanya Indonesia belum berada di perincian negara di atas. Kurang lebih Indonesia dapat mengikut kesungguhan Italia dan teman-teman untuk meningkatkan pariwisatanya yang bagus untuk wisatawan dengan disabilitas tidak ya?

Itu negara dan kotanya yang paling ramah pada golongan difabel. Indonesia kapan? Mudah-mudahan selekasnya ya!