3 Penemuan Arkeolog Yang Mengemparkan

Beberapa penemuan pakar arkeolog sains yang mengemparkan dengan mendapati pertanda apa yang dipercayai sebagai keju paling tua yang pernah diketemukan.

Penemuan Arkeolog Yang Mengemparkan

Sebuah team internasional, terhitung beberapa periset Heriot-Watt University menjelaskan keju yang diketemukan Penemuan Arkeolog Yang Mengemparkan di Kroasia itu ke arah pada alih bentuk Eropa.

  1. Keju itu diketemukan berbentuk asam lemak

Keju itu bukan berbentuk keju padat yang kerap dijumpai. Tetapi berbentuk asam lemak yang diketemukan pada gerabah dari situs arkeologi di Pokrovnik di pantai Dalmatian.

Tetapi hal tersebut cukup untuk periset dari Heriot-Watt University di Edinburgh and Pennsylvania State, Rochester Institute of Technology, dan Šibenik City Museum untuk mengaitkan jika object tembikar seperti saringan sudah dipakai untuk memfilter curds dari whey dalam pengerjaan keju.

  1. Penemuan ini menggerakkan waktu kembali ke Jaman Neolitikum

Dikutip dari Newsweek, awalnya, pertanda pengerjaan keju di Mediterania dijumpai ialah 5 ribu tahun kemarin pada Jaman Perunggu. Penemuan ini menggerakkan waktu kembali ke Jaman Neolitikum. Meskipun sesungguhnya pertanian di daerah Eropa yang dihubungkan dengan keju dan susu sudah diawali semenjak seputar 9 ribu tahun kemarin.

Tulisan oleh Evershed, disebutkan jika sudah diketemukan sisa-sisa susu yang melimpah di kapal tembikar yang lebih tua di Anatolia barat laut, seputar 9 ribu tahun lalu. Ini memberi bukti paling dahulu dari pemrosesan susu. Tetapi belum juga tahu apa endapan ini berawal dari keju.

  1. Inovasi alih bentuk manusia

Penemuan ini bisa menjadi inovasi untuk tehnologi yang mentransformasi manusia. Beberapa anak muda di jaman itu kerap minum susu, sedang orang dewasa malahan tidak tolerir pada laktosa. Keju mengganti hal tersebut sebab orang dewasa sekalinya bisa mengolah keju.

Konsumsi susu dan produk susu akan mempunyai beberapa keuntungan untuk komunitas pertanian awalnya, sebab susu, yogurt, dan keju ialah sumber kalori, protein, dan lemak yang bagus. Produksi susu dan keju pada waktu itu kurangi kematian pada bayi.

Dikutip dari BBC, sebab keju yang pertama kalinya dibikin sudah lenyap pada periode prasejarah. karena itu ada teori saat sebelum tembikar ditingkatkan, mereka menyimpan di kandungan kemih yang dibuat dari perut hewan. Rennet yang ada di kulit akan bereaksi membuat curds dan whey.

Makam seorang wanita bangsawan yang disemayamkan dengan perhiasan emasnya diketemukan oleh beberapa arkeolog asal Yunani pada tanggal 19 Juli 2018.

Berbagai Penemuan Arkeolog Yang Dapat Mengemparkan Dunia

Dikutip Reuters, makam berupa kotak tempat terbujurnya Neko untuk terakhirnya disimpan tidak terjamah dalam almari besi dalam monumen Episkopi, sebuah monumen penyemayaman sangat jarang dari zaman Romawi. Penyemayaman ini selanjutnya dirubah jadi gereja dan biara Bizantium.

  1. Wanita yang dibuat pada pendulum diketemukan bersama tersisa mayat Neko

Pusara yang diawetkan secara baik di pulau kecil itu, di Kepulauan Cycladic yang berada di tenggara Athena, kemungkinan dengan menyengaja dibuat membuat perlindungan makam bangsawan wanita itu, kata beberapa arkeolog.

Nama wanita bangsawan itu tercatat dengan abjad yunani Νεικώ yang dibaca Neko. Tengkorak sisa-sisa bangsawan wanita itu diketemukan dengan keadaan nyaris utuh di monumen pemakanan Romawi di pulau Sikinos.

Beberapa arkeolog mendapati gelang emas, cincin, kalung emas yang panjang, pendulum dengan ukir-pahatan figur wanita, vas yang dibuat dari kaca, logam, dan sisa-sisa potongan dari baju wanita itu.

  1. Makam Neko terlindungi dari pencuri pusara sebab posisinya yang paling terselinap

“Kami tidak menduga akan mujur,” tutur Direktur Ephorate of Antiquities of Cyclades Dimitris, Athanassoulis.

Ia menambah jika sangat jarang-jarang dan sulit untuk mendapati sisa-sisa dari monumen Aegan. Khususnya sebab benar-benar menjalarnya pencuri makam di jaman kuno dan pemakaian bangunan untuk bermacam hal sepanjang beratus-ratus tahun.

Tetapi untungnya makam Neko diketemukan dengan utuh sebab terselinap secara baik di antara dua dinding di ruangan tanah gedung. Pusara Neko masih pada kondisi utuh meskipun beberapa pencuri serang makam yang lain ada di seputar posisi yang serupa.

  1. Beberapa arkeolog berasa benar-benar mujur sebab mereka pada akhirnya mendapati pemilik monumen termegah Aegan

Oleh karena itu saat mereka mendapati pusara Neko dengan identitas dan sisa-sisa yang utuh dari perhiasan dari era saat dia masih hidup jadi penemuan yang sangat berharga untuk beberapa arkeolog. Penemuan pusara Neko diinginkan bisa menyingkap lebih jauh bagaimana kehidupan warga 1800 tahun lalu.

“Sangat jarang-jarang,” tutur Athanassoulis. Saat ini kami ketahui untuk siapa bangunan ini dibangun; kita mempunyai jenasahnya, namanya.”

Beberapa arkeolog masih usaha cari tahu lebih dalam mengenai jalinan Neko dan pulau itu, tetapi mereka tidak bisa pastikan apa dia berawal dari Sikinos.

Beberapa arkeolog mendapati bukti mengenai kasus tumbal anak paling besar di dunia. Penemuan ini berada di situs penyemayaman Las Llamas yang berada di atas tebing setinggi 300 m di La Libertad, daerah utara di mana peradaban Chimu, beberapa orang pra-Columbus yang menyembah bulan menetap.

Seperli disampaikan National Geographic, di situs penyemayaman ini diketemukan 140 tulang belulang anak yang saat itu berumur di antara 5 – 14 tahun saat mereka tumbal dalam sebuah upacara atau ritus pada 550 tahun lalu.

  1. Beberapa anak dan lama disembahkan untuk dewa

Kecuali tulang belulang beberapa anak, di situs ini diketemukan 200 tulang belulang lama muda (semacam unta) yang turut dipertaruhkan di hari yang serupa. Periset memprediksi jika beberapa anak dan lama dipertaruhkan sebagai persembahan ke dewa untuk hentikan banjir besar yang memporak-porandakan teritori garis pantai Peru yang disebabkan karena El Nino.

Gabriel Prieto, profesor arkeologi dari Perus’s National University of Trujillo yang mempelajari mengenai penemuan ini menjelaskan jika suku Chimu memberi persembahan yang paling bernilai atas sesuatu yang mereka punyai yakni beberapa anak.

Ini dilaksanakan supaya di periode mendatang kehidupan mereka lebih sejahtera sebab beberapa anak dipandang menyimbolkan hari esok.

  1. Penggalian pusara diawali pada 2011

Penggalian pusara ini diawali semenjak 2011, tapi penemuan ini pertama kalinya diterbitkan pada 26 April lalu oleh National Geographic. Sepanjang proses penggalian, dijumpai jika beberapa anak disemayamkan menghadap ke laut (barat). Sedang lama yang berusia kurang dari 18 bulan menghadap ke pegunungan Andes (timur).

Beberapa periset mendapati tapak kaki yang selamat dari air hujan dan erosi. Tapak kaki itu punya beberapa anak yang lagi berjalan bersama-sama ke arah posisi ritus.

  1. Ada cedera dan dislokasi pada tulang beberapa anak sebagai tumbal

Di awal penggalian saja, Prieto bersama John Verano, seorang antropolog dari Tulane University, New Orleans sudah mendapati 42 tulang belulang anak dan 76 lama. Step awalnya penggalian dilaksanakan dalam suatu kuil berumur 3.500 tahun yang ada tidak jauh dari situs Las Llamas.

Sejauh proses riset, mereka merasakan tulang rusuk beberapa anak yang alami dislokasi dan cedera di seputar dada. Periset menyangka jika cedera itu disebabkan karena pisau yang dipakai untuk ambil jantung. Beberapa anak itu untuk diekstraksi sebelumnya terakhir disemayamkan secara masal.

Berdasar riwayat perubahan peradaban kuno di Peru. Kawasan teritori suku Chimu menyebar luas s/d 965 km di sejauh tempat pantai Peru. Tetapi, peradaban ini remuk oleh agresi suku Inca yang terjadi seputar tahun 1475. Akan tetapi dalam beberapa dasawarsa sesudah pengorbanan di Las Llamas.

Untuk berbagai jenis informasi tentang teknologi bisa langsung mengkunjungi halaman situs https://duniamesin.net