Kebijakan Aneh Yang di Keluarkan Facebook

Facebook Meminta Maaf sebab Salah Translate Nama Presiden Tiongkok dan Kebijakan Aneh Yang di Keluarkan

Peristiwa mengagetkan menerpa Facebook sebagai salah satunya sosial media paling besar di dunia dengan kebijakan aneh yang mereka keluarkan.

Masalahnya Facebook lakukan kekeliruan dalam mengartikan nama Presiden Tiongkok, Xin Jinping. Ringkas, hal itu langsung ramai sebab dipandang seperti penghinaan, khususnya untuk Tiongkok.

Kebijakan Aneh Yang di Keluarkan Facebook

Namun, Facebook malas untuk dituding demikian saja. Perusahaan punya Mark Zuckerberg ini menerangkan mengapa hal itu dapat terjadi. Ingin tahu apakah yang Facebook kerjakan pada Xin Jinping? Berikut info secara lengkap tentang Kebijakan Aneh Facebook .

  1. Mendefinisikan nama Xin Jinping sebagai “Mr. Shithole”

Business Insider memberikan laporan jika asal mula dari persoalan ini ialah sebab Facebook salah mendefinisikan nama Presiden Tiongkok, Xin Jinping.

Baca Juga: Evolusi Sistem Operasi Windows

Saksikan saja, ternyata ada sebuah account Facebook yang lagi membuat posting dengan elemen Xin Jinping didalamnya, selanjutnya program itu mengartikannya sebagai “Mr. Shithole.”

  1. menerjemahkan dari Bahasa Burma ke Bahasa Inggris

Adapun posting itu dibuat oleh account yang berbasiskan di Myanmar bernama Myanmar State Counsellor Office. Dalam postingannya, ia menulis suatu hal dalam Bahasa Burma (bahasa sah Myanmar). Saat Facebook mengartikannya ke Bahasa Inggris, di situlah mimpi jelek Zuckerberg terjadi.

  1. Terjadi saat Xin Jinping berjumpa dengan Pimpinan Myanmar

Disamping itu, bukti yang lain tersingkap dari peristiwa ini ialah jika Xin Jinping sedang berjumpa dengan Pimpinan Myanmar Aung San Suu Kyi. Lacak punyai lacak, Tiongkok sedang usaha untuk tingkatkan jalinan bilateral kedua pihak lewat lawatan itu. Baru pada hari ke-2 lawatan Xin Jinping ke Myanmar peristiwa tidak menyenangkan itu terjadi.

  1. Mengaku itu sebagai kekeliruan tehnis

Dengan cepat, Facebook langsung menyikapi kekeliruan yang ramai itu, begitu dikutip dari BBC.

  1. Segera diperbaiki dan pastikan hal itu tidak terjadi kembali

Facebook lewat juru bicaranya, Andy Stone mengutarakan jika mereka segera membenahi permasalahan tehnis dalam penafsiran Bahasa Burma ke Bahasa Inggris itu. Adapun Stone menyesali peristiwa itu sebab semestinya kekeliruan penafsiran itu tidak ada. Dia juga pastikan jika peristiwa yang serupa tidak terulang kembali yang akan datang di Facebook.

  1. Bahasa Burma masih asing di Facebook

Bagaimana juga, Facebook mengaku jika database terjemahan Bahasa Burma ke Bahasa Inggris belum juga komplet. Stone juga mengatakan jika Facebook mengetahui kekeliruannya dan selalu usaha membenahi segala hal secepat-cepatnya.

  1. Kata “xi” dan “shi” hasilkan makna “shithole”

Rupanya, Facebook mempunyai database jika kata “xi” dan “shi” dalam Bahasa Burma ialah “shithole”. Nah, sehubungan nama dari Presiden Tiongkok ialah Xin Jinping, dan ada keserupaan dalam kata “xi”, karena itu tidaklah aneh jika keasingan Facebook pada Bahasa Burma hasilkan terjemahan semacam itu.

Selanjutnya, kekeliruan Facebook itu ialah wujud penghinaan pada salah satunya kepala negara, walau secara tidak menyengaja. Sudah pasti, peristiwa ini dapat berpengaruh fatal untuk Facebook.

Aneh! Facebook Sebutkan Patung Ini Memiliki kandungan Elemen Pornografi

Dunia seni itu tidak ada batas. Dunia seni itu selalu memberi surprise yang mengagumkan. Kreasi seni sendiri umumnya sedikit disikapi. Mengapa? kerap kali, kreasi seni malah sebagai wakil sebuah arti yang pengin dikatakan ke warga. Atau, bisa kreasi seni itu untuk memperlihatkan jati diri seorang.

Nah, karena itu tidaklah aneh jika kreasi seni kadang jadi vulgar atau dimata beberapa orang tidak pantas. Ini, kelihatannya yang dimasukkan pada mesin sensor sosial media Facebook. Dikabarkan Telegraph.co.uk, mesin sensor Facebook berikan teguran dan pemahaman ke account Elisa Barbari berkaitan salah satunya posting-annya.

Patung itu ialah Dewa Neptunus.

Kebijakan Aneh Facebook menyebutkan jika sebuah gambar patung dalam account Elisa Barbari menyalahi peraturan anti pornografi dan kekerasan mereka. Account Elisa dikasih peringatan jika dianya harus meniadakan ketentuan itu. Dalam sebuah upload dengan judul “Stories, curiosities and views of Bologna” atau “Narasi, rasa ingin tahu dan panorama di Bologna”, patung Dewa Neptunus pada kondisi telanjang disebut memiliki kandungan segi pornografi.

Gambar ini (patung Dewa Neptunus) tidak sesuai peraturan Facebook. Gambar ini memiliki kandungan segi pornografi, yang secara eksplisit ialah anggota badan tertentu. Pemakaian video atau gambar yang memperlihatkan badan telanjang tidak dibolehkan, walau dengan argumen seni atau pengajaran.

Ya, patung Dewa Neptunus yang telah ada semenjak era 16 ini rupanya tidak sesuai peraturan pornografi dari Facebook. Sama seperti yang kita ketahui, patung ini ada di pusat perkotaan Bologna, persisnya Piazza del Nettuno.

Elisa menyebutkan Facebook pengin kenakan baju pada benda mati.

Peringatan itu juga membuat si pemilik account marah. Dalam Facebooknya, Elisa menyebutkan jika dianya cuman usaha mempromokan situs profilnya. Seperti dikutip Independent.co.uk, Elisa protes dengan menanyakan mengapa sebuah kreasi seni, bahkan juga sebuah patung Dewa yang disegani Neptunus, masih disebutkan menyalahi peraturan pornografi.

Pada 1950-an tempo hari, saat perayaan kelulusan sekolah (di Italia), umumnya patung Neptunus ditutup dengan baju atau kain. Rasanya Facebook pengin memasangkan baju pada benda mati, kembali.

Ini bukan yang pertama untuk Facebook. Pada November 2016 tempo hari, Facebook memaksakan seorang pemakai untuk meniadakan sebuah photo bekas petugas pemadam kebakaran yang mempunyai sisa cedera bakar. Mereka beralasn jika gambar itu memiliki kandungan content kekerasan. Walau sebenarnya, keadaan cedera bakar pria dipotret itu telah lebih baik. Warganet juga menyebutkan jika perlakuan dan peraturan Facebook terlalu berlebih dan menjijikkan.

Nah, bagaimana menurutmu berkaitan peraturan Facebook ini?

Facebook Menghilangkan Tombol Like di Situs Khalayak

Facebook sedang mendesain ulangi halaman (page) untuk beberapa inisiator dan public figure. Salah satunya perombakan yang terjadi ialah raibnya tombol ‘suka’ (like) dari halaman khalayak.

“Kami meniadakan ‘Suka’ (Like) dan fokus pada Penganut (Pengikut) untuk menyederhanakan langkah orang tersambung dengan Halaman favorite mereka,” kata Facebook, Rabu (6/1/2020), seperti diambil dari Kanal News Asia.

Kecuali meniadakan tombol senang, perombakan meliputi penampilan dan nuansa baru, navigasi yang diperbaharui, pengenalan Umpan Informasi khusus, pola Bertanya Jawab baru untuk mengikutsertakan fans dan beberapa perombakan yang lain.

  1. Telah diperkirakan lama

Berita gagasan perombakan pada halaman khalayak Facebook sesungguhnya telah dipublikasikan lama. Beberapa bulan kemarin Facebook sudah mulai mengetes penampilan yang diperbaharui dengan beberapa pribadi populer, terhitung artis, penulis, dan inisiator, menurut TechCrunch.

Pada Rabu, Facebook menjelaskan perombakan baru itu secara sah mulai akan dikeluarkan ke semua Halaman Facebook sepanjang beberapa waktu di depan.

  1. Argumen meniadakan tombol senang

Berdasar laporan, argumen Facebook meniadakan tombol senang dari halaman public figure atau figur ialah sebab jumlahnya senang yang didapatkan satu halaman tidak memvisualisasikan reputasi sesungguhnya dari halaman itu.

Banyak pemakai Facebook pernah “Mencintai” sebuah halaman, tapi selanjutnya stop mengikut Halaman itu sampai meniadakan penyempurnaannya dari Umpan Informasi (Feed) mereka sebab tidak ketarik kembali, kata perusahaan.

  1. Konsentrasi pada pengikut

Sesudah meniadakan tombol senang, Facebook menjelaskan akan jadikan penganut atau pengikut dari satu Halaman sebagai metrik anyarnya. Argumen dari perombakan ini ialah sebab perusahaan memandang ini memberi kisah yang lebih bagus masalah jumlah fans yang akan terima penyempurnaan dari Halaman yang dituruti itu.

Facebook menjelaskan jika halaman akan memperoleh Umpan Informasi (Feed) mereka sendiri dan posting yang ditanggapi Halaman khalayak akan nampak di umpan informasi penganutnya.

  1. Mengenai Facebook

Facebook adalah perusahaan sosial media yang dibangun pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes. Mereka ialah mahasiswa di Kampus Harvard. Facebook jadi media sosial paling besar di dunia, dengan lebih satu miliar pemakai pada 2012, dan seputar 1/2 dari jumlahnya pemakai itu memakai Facebook tiap hari. Kantor pusat perusahaan ada di Menlo Park, California, Amerika Serikat (AS).

Pada Februari 2012 Facebook mendaftarkan jadi perusahaan khalayak. Penawaran umum pertamanya (IPO) pada Mei kumpulkan 16 miliar dolar Amerika. Itu memberi perusahaan kapitalisasi pasar sejumlah 102,4 miliar, menurut Britannica.