Hackers Mengincar Korban Melalui Langkah Ini

Langkah Hackers Mengincar Korban

Direktorat Tindak Pidana Cyber Bareskrim Polri baru saja ini tangkap empat remaja yang tersangkut Langkah Hackers Mengincar Korban punya lembaga pemerintah di Sulawesi Tenggara (Sultra). Tiga antara perlaku masih berumur beberapa anak.

Mereka adalah LYC (19), MSR (14), JBKE (16), dan HEC (13). Empat hacker belia yang bekerja bersama untuk meretas situs yang serupa itu diamankan di beberapa kota berlainan: Kediri, Cirebon, Mojokerto dan Sarolangun, Jambi.

Kamu Tidak Akan Yakin Beberapa Hackers Mengincar Korban Melalui Langkah Ini

Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan ke-4 remaja itu adalah anggota group Whatsapp namanya Official Black Hat. Mereka lakukan peretasan untuk menunjukkan kekuatannya sesudah mendapatkan rintangan dari pengurus group hacker itu.

Ricky memprediksi jumlah anggota group Official Black Hat capai beberapa ratus account. Ia menyangka mereka lakukan penerimaan anggota melalui sosial media seperti facebook dan lewat pembicaraan ketika bermain game online bersama.

Baca Juga: Negara Dengan Teknologi yang Sangat Ramah

Meski begitu, training tidak diberi dengan materi terancang. Pengurus dari group itu, kata Ricky, cuman memberitahu beberapa cara umum peretasan tanpa merinci tehniknya. Untuk menguji kekuatan, pengurus atau admin umumnya memberikan link situs yang perlu dibidik oleh hacker anggota group Black Hat.

Tidak ada batas usia tertentu dalam penerimaan anggota group itu. Ia memperjelas, walau sejumlah besar anggota group itu bisa ditindak pidana, tetapi faktanya masih kurang. Oleh karenanya, polisi sedang usaha mengincar admin group itu dan cari elemen pidananya sebab anggota berumur beberapa anak yang termakan untuk meretas menjadi korban.

Langkah Hackers Mengincar Korban ialah mereka serang sebuah mekanisme untuk keperluannya sendiri. Sekarang, beberapa hacker sudah berevolusi dan melahirkan beberapa cara yang makin hebat untuk mengincar korbannya. Beberapa bahkan juga susah dipercayai sebab berkesan fiksi. Ingin tahu seperti apakah? Inilah 5 langkah hacker ‘memburu’ korbannya. Yok perlindungan diri!

  1. Lakukan social engineering yang seakan menghipnotis korbannya

Dengan sistem ini, seorang hacker bahkan juga tak perlu mengambil banyak data untuk menipu korbannya. Cukup dengan mengenali beberapa info masalah identitas dan apa yang telah dilaksanakan oleh korbannya, beberapa hacker perlu menelepon korbannya untuk memperlancar laganya.

Contoh kasus social engineering yang barusan terjadi ialah kasus Maia Estianty yang tertipu juta-an rupiah oleh pelaku yang akui sebagai sopir ojek online. Karena itu, berhati-hati jika terima telephone ya guys. Apa lagi jika kamu sampai diminta ini-itu, tidak boleh ingin!

  1. Mengambil data pemakai internet

Hacker punyai banyak langkah untuk mengambil data beberapa pemakai internet. Salah satunya yang lebih hebat dari social engineering dengan lakukan intercepting atau mencegat info yang berkeliaran di jagat maya. Salah satu perihal yang kerap mereka intercept ini ialah lajur komunikasi antar seorang atau organisasi pada orang dan/atau organisasi yang lain.

Agar tidak bingung, contoh kasusnya semacam ini: kamu kembali chatting dengan temanmu. Beberapa hacker ini dapat intercept lajur komunikasi kamu berdua dan membaca semua didalamnya. Takut ‘kan? Berikut resikonya bila kamu chatting memakai program yang tidak diperlengkapi tehnologi enkripsi tingkat tinggi. Karena itu, seharusnya kamu memakai program chatting yang tawarkan enkripsi 256-bit AES seperti Utopia.

Untuk kamu yang belum mengetahui, Utopia ialah sebuah jaringan peer-to-peer yang sediakan keamanan tingkat tinggi. Dengan memakai program Utopia, semua chat kamu akan terenkripsi secara baik, hingga bila di-intercept dan dibaca oleh beberapa hacker, pesan yang tampil hanya rangkaian code yang tidak dapat dibaca. Dalam chatroom, kamu bisa juga kirim-kirim stickers lucu agar bercakap menjadi lebih hebat kembali.

Disamping itu, Utopia tidak punyai satu server sebagai pusat penyimpanan dan transmisi data. Tetapi semua computer yang terinstal program Utopia bisa menjadi node yang mentransmisikan data jaringan yang telah terenkripsi. Tehnologi peer-to-peer dari Utopia pastikan rutinitasmu dalam jaringan tidak dapat diawasi oleh beberapa pihak yang berniat jahat, sebab semua jaringan komunikasi sudah terlindungi dengan kriptografi curve eliptik berkecepatan tinggi Curve25519 yang super aman. Jadi, dengan memakai jaringan Utopia, kamu dapat memperoleh keamanan dari gempuran beberapa hackers jahat.

  1. Terhubung camera dan mic dari handphone dan netbook

Pernah tidak kamu saksikan photo Mark Zuckerberg yang tampilkan webcam netbooknya ditutup dengan selotip? Ini bukanlah tanpa menyengaja lho sebab salah satunya kepiawaian beberapa hacker ialah terhubung camera dan aktifkan mic untuk menyaksikan dan dengar apa sedang dilaksanakan korbannya. Bila rupanya mereka lakukan beberapa hal yang ‘aneh’ karena itu dapat jadi argumen untuk memerah oleh beberapa hackers.

Satu perihal yang membuat takut ialah sekarang tidak cuma hackers jahat yang ‘menyadap’ camera dan mic. Beberapa program handphone juga telah melakukan sepanjang beberapa saat. Coba yok periksa lagi permission tiap program yang berada di handphone kamu!

  1. Mengawali laganya dengan terhubung e-mail korbannya

Ada hacker yang coba langkah ‘kasar’ seperti berkali-kali usaha menjebol e-mail beberapa korbanya. Ada yang frontal seperti coba masukkan sandi secara berkali-kali, ada juga memberikan spyware pada computer targetnya. Spyware ialah sisi dari malware yang sanggup melihat semua rutinitasmu dalam jaringan. Yup, itu terhitung alamat e-mail, sandi, nomor kartu credit saat berbelanja online, bahkan juga situs yang tersering kamu datangi juga dapat kedapatan.

Karena itu, dianjurkan kamu memakai service e-mail yang sanggup memberi agunan keamanan, misalnya seperti uMail yang disebut sisi dari program Utopia. Semua e-mail yang kamu kirim dengan uMail sudah terenkripsi hingga cuman dibaca oleh sang tertuju saja. Faksi ke-3 yang pengin melihat pasti tidak dapat baca didalamnya. Jadi, aman guys!

Lalu ke siapa sich uMail dapat dikirim? Untuk sekarang ini uMail baru dapat dipakai untuk sama-sama pemakai program Utopia. Jadi, untuk kamu yang paling concern dengan keamanan data dapat ajak beberapa orang yang kerap kamu contact untuk memakai program Utopia.

  1. Hacking lewat WiFi umum

Untuk kamu yang suka sekali mencari WiFi gratis, seharusnya mulai waspada dech. Soalnya, hackers dapat terhubung beberapa data di handphone kamu lewat jaringan WiFi yang mereka bikin. Modusnya sederhana kok, beberapa hackers hanya mempersiapkan jaringan WiFi gratis di beberapa tempat ramai pengunjung. Tidak lama berlalu, tentu bakal ada beberapa puluh orang yang memakai jaringan WiFi ini tanpa sadar jika beberapa hackers mulai mengambil beberapa data mereka.

Disamping itu, beberapa hackers memakai tehnik man-in-the-middle (MITM) attack. Tehnik ini manfaatkan jaringan WiFi yang belum terenkripsi hingga tingkat keamanannya masih lumayan rendah, hingga beberapa hackers dapat intercept beberapa data yang kamu masukan ke apa saja situs yang lagi kamu datangi. Jadi, beberapa data seperti alamat e-mail dan sandi dapat mereka curi.

Itu ia 5 langkah hackers mengincar korbannya. Jika disaksikan, beberapa cara di atas itu cuman dapat sukses digerakkan bila kamu memakai jaringan yang kurang aman, ya kan? Karena itu, untuk kamu yang paling memerhatikan keamanan jaringan, kemungkinan Utopia bisa saja alternative opsimu. Kecuali memberi pelindungan dari hackers jahat, program Utopia bisa juga kamu pakai untuk menambang Crypton, yang disebut crytocurrency dalam jaringan Utopia.

Jadi, untuk kamu yang tidak pengin jadi korban beberapa hackers, yok lebih waspada dalam memakai internet. Stay safe guys!