Arca di Sleman Yang Berusia 10 Abad

Arca di Sleman Yang Berusia  10 Abad, Hingga Lukisan Manusia di Sulawesi

Balai Konservasi Cagar Budaya (BPCB) DI Yogyakarta memprediksi dua buah Arca di Sleman Yang Berusia 10 Abad. Di ketemukan di Desa Kalijeruk ll RT 01 RW 04 Widodomartani, Ngemplak, Sleman, ialah sisi dari zaman Mataram kuno.

Arca di Sleman Yang Berusia 10 Abad

Sepasang arca sejenis agastya dan nandi yang diketemukan tertimbun dalam tanah kas dusun itu, arca yang berada di sleman diprediksi yang berusia capai beberapa ratus atau bahkan juga 10 abad.

  1. Dari era kesembilan

Kepala Unit Pengamanan, Peningkatan dan Pendayagunaan BPCB DIY, Muhammad Taufik memprediksi dua arca itu sudah ada sejak era kesembilan. Seputar tahun 801 sampai 899 masehi.

“Dua arca berdasar penilaian awalnya dari jaman Hindu. Arca Nandi dan Agastya. Agastya cirinya bawa kendi, orangtua gemuk berjenggot, jelas sudah. Kurang lebih era ke 9, 800 masehi.

  1. Pernah ada candi

Dengan ditemukan dua arca itu, faksinya menyangka kuat dulu ada sebuah candi yang dibangun di teritori itu. Panduan pertama ialah penemuan arca agastya.

Agastya, menurut Taufik, adalah satu dari lima arca yang biasanya terpasang pada suatu candi, seperti arah mata angin. Namun memang untuk empat yang lain, yang sejenis nandiswara, durga, ganesha, dan saat belum ditemukan.

Belum juga panduan lain seperti posisi yang bersisihan dengan sumber mata air berbentuk sungai, lalu bebatuan persegi yang diprediksi ialah sisi dari candi.

“Batu untuk susunan. Dari kemungkinan kaki candi, tubuh atau atap candi,” tambahnya. Ada batu penyusunnya, ada arcanya. Terang ini candi,” kata Taufik menambah.

Hanya, bila disaksikan dari ukuran arcanya, candi ini prediksinya cuman candi perwara atau pendamping saja. Alias bukan induk. “Tetapi itu anggapan pertama. Kemungkinan yang kita dapatkan ialah candi perwaranya atau kelak ada candi induknya yang semakin besar, kan kita belum mengetahui,” tutur ia.

  1. Ekskavasi tidak mengizinkan

Taufik memprediksi candi dan arca-arcanya ini terserang saluran lahar hujan selanjutnya tertimbun material tanah yang terikut lewat sungai tidak jauh dari titik ditemukan beberapa benda purbakala barusan. Dapat sampai begitu sebab, prediksinya kembali, dulu sungai memiliki ukuran semakin besar dan saat ini sudah menyempit bersamaan perubahan jaman.

Tetapi, teori itu tidak dapat ditegaskan saat sebelum ada usaha ekskavasi. Namun cara barusan kelihatannya akan terlambat, ingat saat ini masih masuk musim hujan.

Musim hujan dipandang akan mempersulit usaha penggalian. “Tercepat menanti musim kemarau,” jelasnya.

Disamping itu, faksinya pun tidak dapat larang pengerjaan tempat penampungan kotoran sapi di posisi ditemukan arca. BPCB cuman minta supaya pekerjaan disetop lebih dulu.

“Ini posisi bukan punya kami. Ada punya dusun dan masyarakat. Saya jangan larang pembangunannya. Jika ia dapatkan barang (purbakala) harus disampaikan atau pembangunan disetop dahulu,” ujarnya.

Semenjak jaman purbakala, Indonesia telah ditempati oleh manusia dengan bermacam kebudayaan yang bermacam. Ini nampak pada bermacam warisan purbakala yang diketemukan dari bermacam penjuru Indonesia, dimulai dari lukisan gua, kerajinan, senjata, sampai rangka dan fosil. Bermacam warisan purbakala ini juga membuat Indonesia jadi salah satunya posisi arkeologis paling kaya di dunia.

Tidak main-main, lukisan cerita pemburuan satwa ini berusia 44000 tahun–menobatkannya sebagai lukisan manusia kekinian paling tua di dunia! Ingin ketahui cerita selengkapnya? Baca di bawah ini ya!

  1. Diketemukan di Liang Bulu, Maros, Sulawesi Selatan

Dikutip dari jurnal ilmiah Nature, sebuah riset hasil kerjasama arkeolog Indonesia dan luar negeri sukses mendapati lukisan gua paling tua di dunia. Lukisan ini diketemukan di Liang Bulu Sipong 4, sebuah gua kapur di teritori bukit-bukit karts Maros, Sulawesi Selatan. Lukisan ini diketemukan oleh Hamrullah, salah satunya anggota team eksplorasi saat mencari gua itu di tahun 2017.

Merilis dari sciencemag.org, awalannya Hamrullah menyaksikan sebuah sela kecil di atap gua kapur yang lagi dieksplorasi. Memakai akar pohon beringin dia juga memanjat ke arah sela itu. Tanpa diperhitungkan, dalam sela itu dia juga mendapati sebuah liang dengan gambar gua yang tidak pernah disaksikan awalnya.

  1. Lukisan pemburuan dan manusia 1/2 hewan

Dalam gambar monumental ini, team periset menggambarkan beberapa wujud hewan seperti 2 ekor Babi Kutil Sulawesi (Sus celebensis) dan 4 ekor Anoa (Bubalus depresicornis) yang dikitari oleh 8 figure kecil yang seperti manusia. Antiknya, figure berupa manusia ini mempunyai beberapa karakter yang serupa hewan, seperti paruh, moncong serta ekor. Figur-figur itu nampak menggenggam beberapa alat memburu seperti tombak dan tali, membuat seperti terlihat sebuah cerita narasi pemburuan.

“Saya berpikir, ‘Wow! Ini ibarat sebuah episode tertentu” tutur Maxime Aubert, arkeolog asal Australia sebagai penulis pertama di jurnal ini saat diwawancari oleh Sciencemag.org.

Aubert memprediksi jika figure 1/2 manusia ini sebagai usaha penyamaran memakai kulit hewan untuk memburu. Tetapi, dia sendiri juga menyangsikan teori ini serta lebih yakin jika figur-figur itu merepresentasikan hal-hal lain, seperti makhluk mistik dari keyakinan di periode lalu. Lambang semacam ini rupanya umum ditemui di warisan pada periode itu, seperti figurin gading berupa manusia 1/2 singa yang diketemukan di Jerman.

  1. Berawal dari 44000 tahun lalu

Sesudah penemuan pada tahun 2017, team periset ini juga hitung usia dari lukisan gua itu memakai sistem U-series riset. Dengan sistem itu, team periset ambil contoh deposit mineral yang ada di seputar lukisan secara berhati-hati supaya tidak menghancurkan lukisan itu. Dengan hitung tersisa uranium yang ada di deposit mineral itu, team ini juga sukses mendapati usia minimal lukisan ini yakni 44000 tahun.

Angka 44000 ini cukup mengagetkan, ingat lukisan gua paling tua yang digambar oleh manusia kekinian awalnya cuman berusia 40000 tahun lalu di Lubang Jeriji Saleh, Kalimantan. Disamping itu, ada pula beberapa lukisan gua yang lain berusia lebih tua, tetapi dipercayai bukan digambar oleh manusia modern–seperti lukisan di Caceres, Spanyol yang dipercayai digambar oleh manusia Neanderthal pada 64000 tahun lalu. Dengan penemuan baru ini, lukisan gua dari Liang Bulu Sipong 4 juga dikukuhkan sebagai lukisan manusia kekinian paling tua di dunia!

Wah, rupanya bumi Indonesia telah mempunyai kebudayaan yang cukup maju semenjak 44000 tahun lalu ya! Mudah-mudahan saja arkeolog di Indonesia dapat mendapati semakin banyak penemuan menarik berkaitan kebudayaan periode lalu di tanah air.